Salah satu caleg DPR RI terkuat dapil VI Jawa Timur, yang meliputi Blitar, Tulung Agung, dan Kediri, adalah Komjen (Purn) Anang Iskandar. Sebagai warga dapil VI, saya memang familiar dengan beliau. Baliho besarnya terpampang dekat jembatan kademangan, areal yang sering saya lalui.
Iklannya di radio juga kerap muncul, meski bukan sebagai caleg, melainkan iklan himbauan agar tidak menyalahgunakan narkoba. Karena beliau pernah menjadi kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kenapa Jenderal Anang memilih dapil VI? Mungkin karena dulu pernah mejabat sebagai kapolres Blitar dan Kediri. Namanya sudah sangat mengakar di dua daerah tersebut. Suaranya mungkin juga signifikan.
Kartu namanya juga sudah masuk ke rumah-rumah, termasuk rumah saya. Ada dua orang datang mengetuk pintu menjelang siang, dan membagikan kartu nama itu, sekaligus mengingatkan tanggal pencoblosan, 17 April 2019. Tetapi tidak mengatakan untuk mencoblos Anang Iskandar. Hanya menyodorkan kartu nama yang berisi foto dan nomor urut beliau.
Masif sekali. Maka tak salah jika saya memprediksi bahwa Jenderal Anang adalah salah satu kandidat kuat, yang akan mengisi 9 kursi DPR RI untuk dapil VI Jatim. Mungkin beliau akan mendapat cukup suara.
Namun kendalanya mungkin satu, yaitu parpol yang dijadikan kendaraan, yang akhir-akhir ini disorot karena ketua umumnnya terkena OTT KPK, dan ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan. Padahal, dari berbagai survey, PPP salah satu parpol yang berjuang ekstra untuk menembus ambang batas parlemen sebesar 4%.
Sekalipun Jenderal Anang nanti masuk 9 besar, kalau perolehan partainya kurang dari 4%, apalah daya? Melihat rekam jejaknya yang begitu cemerlang di Polri, termasuk pernah mejabat sebagai Kabareskrim.
Majunya Jenderal Anang di dapil VI Jatim juga membuat persaingan kian sengit, mengingat pada dapil ini ada 3 kandidat kuat PDIP yang juga kembali maju, yaitu Eva Kusuma Sundari, Arteria Dahlan, dan Guruh Soekarno Putra. Ditambah lagi penyanyi terkenal Ronni Sianturi, yang posternya cukup ramai menghiasi jalanan.
Politik memang unik, meksipun Jenderal Anang punya rekam jejak yang begitu mengagumkan, sekaligus betapa masif kampanye dan potensi terpilihnya begitu besar pula, masih harus beradu dengan nasib partainya yang berjuang menembus 4%.
Kontestasi yang sungguh sengit. []
Blitar, 21 Maret 2019
A Fahrizal Aziz
loading...

