Materi Logika Berfikir


"tulisan ini adalah untuk materi hand out DAD IMM Koms. Pelopor 2010, sekaligus sebagai materi untuk Instruktur"

Sinyal Alquran
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli[604] yang tidak menggunakan akalnya. (QS. AL Anfal:22)

Berawal dari ayat diatas, tentu “berfikir” sangatlah dianjurkan. Terutama agama Islam yang dengan gencarnya mengkampanyekan untuk berfikir. Hal tersebut banyak dijelaskan dalam Al Quran yang merupakan “buku sakti” yang pernah ada dalam kehidupan manusia.
Bahkan Al Quran yang oleh orang terdahulu hanya dianggap sebagai kitab yang berisi Doktrin semata, ternyata malah menguraikan lebih banyak hal yang mnegarah pada “berfikir”. Bahkan penguraian tersebut jauh lebih dalam daripada apa yang pernah digagas oleh manusia dalam Ilmu Filsafatnya.
Secara tegas Al Quran membagi dua golongan manusia:
  1. Yang Belum Berfikir
  2. Sudah Berfikir dan Meningkat
Nah, mari kita bahas.
  1. Manusia yang belum Berfikir
  1. Akal Terbelenggu Oleh Adat, Kebanggaan, Khayalan (dijelaskan pada SURAT AL BAQARAH: 170, AR-RUM:32, ALI IMRON:23-24)
  1. Sudah Berfikir dan meningkat,
Disini Al Quran membagi 8 (delapan) tingkatan Orang-Orang yang berfikir:
  1. Takkilun (QS, Yusuf:1-2)
  2. Tafakkarun (QS. Ali Imron: 191)
  3. Tadakkarun (QS. Faathir: 37)
  4. Tafqohum (QS. Al Israa: 44)
  5. Taklamun (QS. Al A’raf: 62, Ar-rahman: 1-4)
  6. Ulil Absor (QS. Ali Imron: 13, Al An’am:104)
  7. Ulil Albab (QS. Al maidah: 100)
  8. Hikmah (QS. Albaqarah: 269)i

Dari Pemaparan diatas sudah jelas jika Islam sangat mengajak Umatnya untuk Berfikir. Sebagaimana adanya tingkatan diatas, seharusnya Umat Islam bisa menangkap sinyal kuat itu untuk kemudian mengembangkan Pemikirannya,

Akal untuk Berfikir dan Mencari Kebenaran

Fungsi akal, secara konstruktif adalah untuk berfikir dan berlogika. Aktivitas tersebut telah terjadi jauh sebelum konsep filsafat ditemukan. Pada dunia Islam sendiri model berfikir filsafat telah ada sejak terjadinya abitrase antara kaum ali dan Muawiyah. Yang berdampak pada pengkotak-kotakan Islam menjadi beberapa golongan seperti adanya kaum Mu’tazilah, khawarij, Jabariyah, Qadariyah, Asyariah, Maturidiah, Syiah dsb.
Tujuan utama manusia dalam ber-logika sebenarnya hanyalah untuk menentukan dua hal. “benar” atau “salah”. Sehingga akal sering digunakan untuk mencari sebuah kebenaran. Sehingga setelah kebenaran tersebut didapat, maka akan ada sebutan “logis” atau “rasional” yang keduanya adalah produk dari “pemikiran” manusia.
Filsafat modern telah membagi 3 landasan berfilsafat, ketiga landasan tersebut ialah untuk mencari kebenaran dan kebijaksanaan.

  1. Ontologi
Ontology adalah “apa” atau menanyakan tentang “hakikat” dari suatu hal yang tengah di filsafatkan.
  1. Epistemologi
Epistemologi adalah “bagaimana”, bagaimana langkah-langkah untuk mencapai atau mencari kebenaran tersebut. Epistemology lebih pada ranah “cara” untuk memperoleh.
  1. Aksiologi
Proses yang ketiga ini sebenarnya adalah yang paling penting. Aksiologi menanyakan “apa manfaat” secara rtika ataupun estetika. Sehingga ketika suatu “ilmu” telah diketahui hakikatnya dan diketahui bagaimana cara mendapatkannya, maka akan diuji pada aksiologi ini.
i RLQ