AWAL MULA DIGAGASNYA KOMSATA

"Dibawakan ketika sambutan Pertemuan Perdana Komsata"
Oleh: M. Fahrizal Aziz

Entah mengapa, ketika membaca buku “keajaiban belajar” dari Yunsirno, saya seperti mendapat sebuah Ilham, ya Ilham untuk mengadakan sebuah forum diskusi. Ketika itu saya terpukau oleh penguraian-penguraian luar biasa dari buku itu. Mulai dari penggambaran sejarah kejayaan umat Islam, hingga model dan Tradisi keilmuan yang menurut saya “jarang” dibahas di forum-forum seminar Pendidikan.
Dan hal tersebut diperkuat oleh dua buah paradigma Pendidikan yang selama ini saya pelajari, yaitu paradigma Konstruktivistik dan Humanistic. Konstruktivistik berarti jika Pembelajaran di kelas itu harus bisa membangun pribadi siswa, minimal siswa mampu berkontribusi lah dalam kehidupan nyata. Sementara Humanistik menekankan jika setiap orang itu berbeda, dengan kata lain, tidak ada anak yang lebih pintar antara satu dan lainnya. Semua sama, hanya berbeda cara belajar dan pemahamannya.

Jika kita amati secara seksama, nilai-nilai seperti itu seakan sudah sirna dalam benak para Pendidik kita. Dan luar biasanya, Yunsirno kembali mengangkatnya dengan kemasan yang menurut saya lagi, sangat “luar biasa”.
Kebanyakan lembaga Pendidikan kini telah melupakan unsur-unsur nilai, mereka lebih focus pada komersialisasi Lembaga. Sehingga lebih menekan pada sebuah pencitraan lembaga, bukan pada kualitas output, tapi pada kuantitas output. Sehingga banyak kita lihat akhir-akhir ini anak sekolahan, tapi nggak jawani kalau dia anak sekolahan. Mereka sukanya tawuran, bikin video-video panas, shooping dan beberapa sikap yang tidak mencerminkan jiwa seorang yang terdidik. Dan parahnya itu berdampak pada elite pejabat kita. Banyak Pejabat yang gelar keintelektualannya tinggi, bahkan level Doktor dan Profesor, tapi mereka masih korupsi, tawuran waktu sidang dan macamnya. Itulah dampak jangka panjang dari itu semua. Intelektual bagus, namun kering akan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Karena sekarang yang diharapkan dari sebuah sekolah atau kampus, itu bukan lagi Ilmu. Meskipun tidak semua demikian, tapi rata-rata mereka sekolah hanya untuk sebuah ijazah semu, dan itu diperparah dengan system di negara kita, bahkan Pemerintah sendiri menekankan pendidikan pada segi kognitif dan afektif, yang sebenarnya itu hanya bersifat teoritis. Sekolah mungkin mampu mencetak jutaan Intelektual yang bisa berkata “jika korupsi itu haram,” namun berapa orang yang bisa mengaplikasikan? Saya kira para koruptor itu tahu betul jika korupsi itu salah, tapi kenapa dia masih juga korupsi? Itulah hilangnya nilai-nilai pada Pendidikan. Karena hanya terfokus pada kognitif dan Afektif yang keduanya bersifat teoritis, namun kering akan nilai Psikomotorik yang sebenarnya adalah aplikasi dari teori-teori tersebut.

Maka dari itu saya menggagas Komsata, sebenarnya saya ingin membuat sekolah dan di sekolah tersebut saya akan berusaha membangkitkan kembali nilai-nilai tersebut. Namun untuk saat ini masih belum memungkinkan, maka saya mencoba memulai dari sekup kecil yaitu sebuah Komunitas. Yang tergabung antara Fakultas Tarbiyah dan Syariah. Dua Fakultas yang dekat dengan kehidupan saya saat ini.
Sejujurnya, di Komsata ini saya ingin mengajak teman-teman untuk membangkitkan kembali nilai-nilai tersebut. saya ingin aktifitas kuliah yang selama ini kita jalani itu tidak dimaknai hanya sebatas formalitas dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Melainkan ini sebuah kebutuhan, sebagai mahluk yang telah dianugrahi Tuhan dengan akal, maka menuntut Ilmu itu harus kita jalani dengan sebuah keikhlasan, bukan tekanan atau keterpaksaan. Sehingga Ilmu yang kita dapat dari setiap Fakultas atau dari setiap jurusan, bisa kita aplikasikan, kita bagikan dan diskusikan kepada teman-teman. Dan yang terpenting akan menjadi “nilai” yang akan melekat pada Pribadi kita.

Maka dari itu saya mengajukan saran ketika Raker IMM Komisariat Pelopor beberapa waktu lalu untuk membentuk Komsata. Dan Alhamdulilah respon dari teman-teman dan ketua Komisariat juga cukup baik, walhasil terbentuklah Komsata saat ini. Meskipun Komsata diresmikan di Raker IMM, Namun ini bersifat terbuka. Tidak harus dari IMM bahkan dari Organisasi lainpun bisa untuk ikut serta dalam Komunitas ini.
Maka dari itu, saya Pribadi sangat berharap pada Komunitas ini. Saya berharap Komunitas ini bisa bermanfaat bagi yang berada didalamnya. Dan nilai-nilai Pendidikan bisa kembali muncul meski hanya dari beberapa orang yang tergabung dari kelompok kecil seprti ini. Namun saya yakin, berawal dari sesuatu yang kecil, maka kelak akan menjadi besar, Amin..

Selain itu, saya berharap Komsata ini kelak juga menjadi media Pemersatu. Karena Komunitas ini bersifat terbuka dan dari latar belakang apapun bisa ikut, maka akan terjalin sebuah sinergisitas yang mampu merekontruksi jiwa kita, membudayakan kembali diskusi-diskusi progesif, membangun iklim akademik kampus dan menerima sebuah perbedaan sebagai bentuk kekayaan pola pikir manusia.

Semoga sekelumit penjelasan dan butiran-butiran kata yang tergores diatas, bisa menjadi sebuah “nilai” yang positif di benak pembaca. Meskipun salah dan kata itu tetap ada, karena kesempurnaan hanya milik sang Pencipta. Mohon maaf atas segala yang ada. Wallohu’alam…

Rencana, Tujuan dan Model Komsata

  1. TUJUAN
  1. Media Pembelajaran kader IMM Komisariat Pelopor agar bisa mengayomi, aktif dan dikenal di lingkungan kampus UIN Maliki Malang.
  2. Memantapkan Peran IMM Komisariat Pelopor dalam peningkatan Intelektulitas.
  3. Menjadikan IMM Komisariat Pelopor menjadi Organisasi yang bermanfaat bagi Umat(Rahmatallil alamin)
  4. Membangun komunikasi aktif kepada warga kampus dan mengembangkan sayap dakwah IMM Komisariat Pelopor UIN Maliki Malang
  5. Membangkitkan kembali peran ilmu sebagai nilai-nilai penting dalam kehidupan.
  1. Model
  1. KOMSATA (Komunitas Syariah-Tarbiyah) UIN Maliki Malang berada di naungan bidang Keilmuan IMM Komisariat Pelopor UIN Maliki Malang.
  2. Koordinator utama haruslah dari kader IMM Komisariat Pelopor.
  3. Anggota Komsata adalah mahasiswa fakultas Syariah dan Tarbiyah UIN Maliki Malang
  4. Kepengurusan Komsata terdiri dari:
  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Koordinator Kajian/Diskusi Umum (2 kali Sebulan)
  5. Koordinator Kajian/Diskusi Jurusan (Kondisional, tergantung kesepakatan Kelompok Jurusan)
  6. Koordinasi Bulletin Komsata (Terbit setiap Bulan sekali)

NB: beberapa hal yang belum diatur, akan diatur sesuai kepengurusan nanti…