Assalamu alaikum.

Terima kasih sudah berkunjung di Blog saya, semoga ada hikmah yang bisa anda petik. untuk tulisan perjalanan saya, bisa di baca di *JURNAL LEMINO. :)
Home » » Sang Koruptor dan Buruh Tani

Sang Koruptor dan Buruh Tani

Written By Inspirasi Muda on Sabtu, 12 Februari 2011 | 14.27

Kira-kira, apa yang terlintas dibenak anda ketika membaca judul diatas? Sang Koruptor dan buruh tani? Ya, dua gelar tersebut memang sangat jauh berbeda. Namun letak dari perbedaan itulah yang membuat saya tertarik untuk menulis judul ini.

Antara koruptor dan buruh tani terdapat banyak perbedaan. Diantaranya, kalau karuptor pastilah berlimpah dari segi materi, jabatan tinggi, dan hidup serba berkecukupan, berlebih malah. Namun kalau buruh tani, dalam pikiran kita mungkin adalah orang yang hidupnya paspasan, bahkan berkurang, asal bisa mendapat sesuap nasi saja alangkah bahagianya.

Meskipun demikian, saya yakin jika hidup seorang buruh tani lebih damai dan tentram daripada seorang koruptor. Meski hidup secara paspasan, rata-rata buruh tani hidup bahagia karena tidak diliputi rasa takut dan khawatir, karena yang dipikirkan hanyalah bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara koruptor meski materinya berlimpah, namun saya yakin hidupnya selalu gelisah, takut, dan selalu memendam rasa bersalah karena telah berbuat jahat dengan menghianati amanat.

Andai saja para oknum Pejabat yang koruptor itu memiliki jiwa seorang buruh tani, alangkah indahnya bangsa ini. Seorang buruh tani mendapatkan nafkah dari mengelolah sawah milik orang lain, sehingga tentu memiliki sifat untuk menjaga dengan baik karena dia mengelolah sawah orang lain, setelah dia dibayar maka diapun pulang dan segera membelanjakan untuk kebutuhan keluarganya tanpa sedikitpun berfikir hal lain. Sama halnya seperti Pejabat Negara, mereka diberikan amanah kepada Tuhan untuk mengelola suatu bangsa.

Antara Koruptor dan buruh tani, sebenarnya sama. Sama-sama bekerja karena suatu amanah, namun hanya bentuk amanahnya saja yang berbeda. Kalau buruh tani pastilah sebuah sawah sementara Koruptor pastilah sebuah jabatan yang mungkin secara materi dan derajat menurut mereka lebih tinggi.

Seorang buruh tani merasa lega ketika pekerjaan yang dia lakukan sesuai dengan apa yang diinginkan juragannya, jika semua Pejabat seperti itu, tentu dalam hal ini Juragan atau Bos mereka adalah Tuhan. Jika mereka memiliki sifat seperti halnya buruh tani, yaitu dengan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan pastilah suatu Pemerintahan dalam negara akan berjalan baik.

Seorang buruh tani tidak pernah berfikiran yang aneh-aneh, misalkan dengan menjual sawah pemiliknya lalu dia kabur, mereka bekerja dengan profesional dan apa adanya, namun para koruptor tidak, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dengan menggunakan jabatan atau kekuasaan yang ia miliki. Nah, sebenarnya disinilah letak mendasar perbedaan antara buruh tani dan koruptor.

Seorang buruh tani tidak merasa memiliki ladang sawah yang ia garap, sehingga dia tidak berani berbuat hal yang macam-macam, dan setelah menerima bayaran merekapun tidak lagi ambil pusing dengan ladang sawah itu. Sementara para koruptor, merasa memiliki apa yang diamanahkan olehnya, sehingga menggunakan, memanipulasi dan mencari banyak keuntungan dari Negara yang digunakan untuk memperkaya dirinya sendiri.Semoga Negara ini mendapat pertolongan dari Alloh sehingga dijauhkan dari koruptor-koruptor yang bengis dan memangkas hak rakyat. wallohualam

0 komentar kamu:

Poskan Komentar

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak anda di kolom komentar d bawah ini. Tidak harus memiliki akun Google, Silahkan tulis nama dan URL. Terima kasih.

Salam Silaturahim.

Kunjungi Kanal Fahri

Selamat Datang

Selamat Datang